CBT

Kehidupan sosial berubah karena adanya arus globalisasi. Komunitas lokal tidak bisa hidup secara isolasi. Komunitas Thailand dan komunitas yang sama di seluruh dunia telah meningalkan kepercayaan yang tidak dapat dirubah dan dengan bertambahnya bergantung pada pengertian yang lain dari urban. Interaksi dengan dunia luar tidaklah mudah bagi komunitas lokal tanpa sosial yang cukup kuat, budaya, dan sumber daya ekonomi.

Sangat disayngkan, sebagian besar Thailand mempunyai dampak dari budaya boros masyarakat, mengakibatkan kerusakan alam dan penurunan yang cepat dimana hal itu merupakan hal penting bagi kehidupan masyarakat lokal. Contohnya materialistik dan boros itu mempengaruhi ketidak stabilan dari nilai sistem. Sementara itu di tingkat Nasional standar sistem pendidikan dan kontrol administrasi lokal itu langsung dipimpim oleh pemerintah pusat dan terpencil. Untungnya di Thailand terdapat trend sosial yang mana membuka tujuan alternative untuk masa depan komunitas Tahiland. pertambahan jumlah manusia sangat dipedulikan untuk kepentingan sumber konservasi alami dan perlindungan lingkungan. masyarakat demokrasi Thailand membuka kesempatan terhebat yan pernah ada untuk anggota masyarakat umum untuk menggunakan suara, mengekspresikan pendapat mereka. Di waktu yang sama  kepentingan dan profit dari Hak Asasi Manusia dan perawatan sebanding di bawah hukum di hati masyarakat.

Trend itu didukung oleh pemerintah Amerika Serikat, dan institut International oleh akademik dan konservasi yang paham dari pertahanan pemerintahan. pemahaman masyarakat tentang masyarakat urbanisasi yang mana memiliki koneksi untuk komunitas desa adalah sebuah dasar penting untuk mendesai dan mengimplementasikan kesuksesan strategi pemerintah terlihat untuk menawarkan tuan rumah dan pengunjung dari pandang mereka. Anggota dari komunitas yang berbeda mampu membagikan atas nama tangan pertam yang memiliki pengalaman kerjasama dan untuk mengembangkan kebutuhan pribadi yang mana dapat menumbuhkan kekuatan kontribusi aliansi menuju ketahan pembangunan masyarakat.

Meskipun fakta dari pariwisata ini adalah menyedihkan, dimana dalam 50 tahun sejak terjadinya emerjensi di Industri Priwisata, namun telah mendapatkan beberapa keuntungan. Daripada itu, dia telah berhasil bertahan dari dampak negative yang dapat merusak lingkungan dan merubah kehidupan sosial mereka dibanyak cara. Pada kenyataannya, komunikas mempunyai keuntungan sangat sedikit dari pariwisata. CBT adalah tipe pariwisata yang unik dengan karakteristik yang cukup berbeda dengan pariwisata mess pada umumnya. CBt bukan merupakan bisnis pariwisata yang mempunyai tujuan untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal. Dimana, CBT lebih tertuju kepada dampak yang diberikan terhadap komunitas dan lingkungan hidup. CBT berkembang dari strategi komunitas, menggunakan pariwisata sebagai alat untuk memperkuat keunggulan komunitas pedesaan yang mengatur pariwisata dengan partisipasi warga lokal. Bagaimanapun juga CBT jauh dari kata sempurna. Pada kenyataannya, bilamana bila terjadi kelalaian, maka CBT dapat menyebabkan masalah dan bencana.

Maka dari itu, komunitas yang tepatlah yang bisa mengembangkan CBT yang dipilih dengan perlahan-lahan telah dibekali dengan persiapan sebelum pengoperasikan CBT.  

CBT harus:
1. Recognize, support and promote community ownership tourism.
2. Involve community members from the start in every aspect
3. Promote community pride
4. Improve the quality of life
5. Ensure enviromental sustainnability
6. Preserve the unique character and human dignity
7.Faster cross-cultural learning
8.Respect Cultural differences and human dignity
9.Distrubute benefit fairly among community members
10. Contribute a fixed   pecentage of income to community projects.

CBT adalah pariwisata yang membahas lingkungan hidup, sosial, dan budaya. CBT diolah dan dimiliki oleh komunitas, dengan tujuan dikunjungi oleh pengunjung untuk meningkatkan pendapatan mereka dan mempelajari komunitas dan jalan lokal.

Elemen CBT:
1. Natural and Cultural Resources
. Natural resources are well preserved
.Local economi and modes of production depend on the suitainable use of natural resources
.Customs and culture are unique to the destination

2.Community Organization
.The community shares consciousness, norms and ideoloy
.The comunity has alders who hold local traditinal knowledge and wisdom
.the communityhas a sense of ownership  and wants to participate in its own development
.
3. management
.The community has rules and regulations for environmental, cultural, and tourism management
.A local organization or mechanism exists to manage tourism with the ability to link tourism and community development
.Benefits are fairly  distributed to all
.A precentage of profit from taourism is contributed to a community fund for economic social development of the community

4. Learning
.Fastering a shared learning procces between hosts and guests
.Education and building understanding of diverse cultures and ways of life
.Raising awarness of natural and culture conservation among tourists and the local community





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Desa Wisata Nglangeran

Desa wisata yang baik

Kuliah Lapangan ke Desa Wisata Ngringinan